Integrasi Teknologi Digital dalam Keseharian: Prediksi tahun 2024

Integrasi teknologi dalam kehidupan sehari-hari

[Ketahui beragam penelitian tentang peran teknologi dan prediksi di 2024]

 

Teknologi digital telah menjadi tulang punggung kehidupan modern kita. Dari dunia pendidikan hingga keuangan digital, setiap aspek kehidupan terus diselimuti oleh inovasi teknologi. Penggunaan teknologi di berbagai industri juga turut berkontribusi terhadap berkembangnya perilaku konsumen di Indonesia. Sebut saja kebiasaan berbelanja daring, pemesanan kamar hotel dan tiket tempat rekreasi, kegiatan belajar mengajar, dan lainnya.

Sebagai salah satu negara terbesar di Asia, pasar Indonesia juga tentu merasakan pergerakan yang signifikan akibat dari integrasi teknologi ini. Lantas, bagaimanakah teknologi digital akan berpengaruh terhadap berbagai sektor di 2024?

 

  1. Kesehatan yang Terkoneksi dan Proaktif

Prediksi untuk tahun 2024 menyoroti integrasi teknologi dalam sektor kesehatan yang semakin kuat. Dikutip dari artikel jurnal Health, Sports, & Rehabilitation Medicine berjudul “Innovations in technology with applicability in healthcare”, Dan-alexandru Szabo & Nicolae Neagu (2023: 146-147) mengatakan:

 

“The digital platforms of the Internet of Things, cloud computing, and artificial intelligence are all examples of technology contributing to digital transformation. While this is happening, the areas of society most likely to be impacted include the healthcare industry, financial services industry, and telecommunications industry. 

Because it makes it easier for patients to take part in having their medical needs met, digital health has the potential to play a part in the healthcare industry’s innovation process.”

 

Dalam artikel jurnalnya, mereka juga menjelaskan bahwa para pasien dapat terlibat dalam (pemanfaatan teknologi) perawatan yang akan diambil. Mereka (pasien) dapat belajar menggunakan internet dan aplikasi kesehatan digital dari telepon pintar untuk mendapatkan informasi mengenai pilihan yang bisa mereka ambil.

Contoh lain yang dikutip Szabo dalam artikelnya ialah penggunaan sensor pada teknologi industri kesehatan untuk mendeteksi penyakit berisiko tinggi (Mohammadzadehet al., 2020). Di mana, teknologi ini dapat memberikan informasi lebih awal pada semua pihak untuk kegiatan monitoring. Perkembangan penggunaan teknologi pada industri kesehatan juga memungkinkan maraknya penggunaan alat kesehatan yang dapat dikenakan.

Dengan pengumpulan data dan studi yang dilakukan, tentunya pengembangan teknologi di industri kesehatan ini bertujuan untuk menolong lebih banyak orang dengan akses yang lebih cepat dan mudah.

 

  1. Pendidikan Berbasis Teknologi yang Interaktif

Dalam beberapa tahun ke belakang, transformasi pendidikan semakin efektif dengan penggunaan teknologi yang lebih luas. Akses terhadap informasi yang dicari juga dapat dilakukan dengan lebih cepat. Perubahan ini bisa dirasakan dari perilaku murid yang sekarang telah mengenal gawai sejak usia dini. Seperti yang dikutip Madushan Rajendran & Balwinder Kaur (2023) dalam artikel bertajuk “Impact of Technology on Education”:

 

“Today’s generation is growing with technology constantly in their  fingertips, the  internet and social media spikes an interest in the youth which supports the insight mentioned previously.”

 

Perubahan perilaku pada murid ini juga membawa sebuah tekanan baru kepada para tenaga pengajar. Seperti yang dikutip Madushan Rajendran & Balwinder Kaur dari Harris (2016) [3]: “Today’s educators are under great pressure to provide 21st century students with a quality education based on 21st century standards.”

Selain itu, kehadiran teknologi AR (augmented reality) dan VR (virtual reality) juga menambah daftar pengaruh teknologi pada dunia pendidikan. Kedua teknologi ini memberikan akses yang luar biasa karena dapat memberikan visual dari apa yang dipelajari. Seperti pernyataan yang dikutip oleh Venkata Naga Satya Surendra Chimakurthi dari Martirosov & Kopecek (2017) pada artikel “Emerging of Virtual Reality (VR) Technology in Education and Training” dalam jurnal “Asian Journal of Humanity Art and Literature”: 

 

“The entrenched nature of the non-reality introduces the new depth of  educational  data  by  attracting  the  powerful senses and offering  great exploration to a higher level which can be hard to replicate in  the boundary of classroom, making it a good source of curiosity and true learning.”

 

Dengan begitu, Platform pembelajaran daring yang disesuaikan dengan kebutuhan akan menjadi lebih umum dan mudah untuk diadaptasi oleh murid. Penggunaan AR dan VR juga akan memungkinkan siswa untuk terlibat dalam pengalaman belajar dengan proaktif.

 

  1. Teknologi dalam Perkembangan Bisnis

Dalam dunia bisnis, perkembangan teknologi juga berdampak pada ekspektasi konsumen pada produk atau layanan yang diberikan. Contohnya, ketika konsumen telah terbiasa dengan belanja daring, mereka akan mengingingkan suatu usaha untuk membuka toko daring.

Selain itu, teknologi juga dapat meningkatkan nilai kompetisi suatu unit usaha di pasar. Mereka yang memiliki layanan daring tentu akan lebih unggul ketimbang toko yang tidak memilikinya. Oleh karenanya, integrasi teknologi dalam satu unit usaha dapat dimanfaatkan untuk mengubah proses berjualan agar menyesuaikan dengan ekspektasi konsumen. Seperti yang dikutip Esther Calderon-Monge & Domingo Ribeiro-Sariano (2023) dari Boucken et al. (2021) pada artikel “The role of digitalization in business and management: a systematic literature review”:

 

“Companies can therefore use digital technologies both to launch new processes and to improve internal processes with their supply chains and their environment, as much as to develop new business models.” 

 

Dalam artikel tersebut juga dijelaskan bahwa beberapa korporasi bisa menaruh fokus pemanfaatan teknologi yang beragam. Tentu hal ini bergantung pada tujuan, kebutuhan, dan kepentingan perusahaan serta industri terkait.

  1. Marketing

Divisi ini dapat melakukan riset untuk memahami perilaku konsumen dalam menyikapi produk atau layanan. Dengan begitu, memasarkan produk atau layanan perusahaan dapat disesuaikan dengan perilaku dan topik yang disukai konsumen secara digital. 

 

  1. Management

Sebagai pihak yang dominan mengelola suatu usaha, manajemen bisa memanfaatkan teknologi digital sebagai berikut:

  1. Mengadaptasi kemampuan untuk memanfaatkan teknologi digital.

  2. Mengintegrasikan kemampuan dalam lingkup teknologi digital.

  3. Melakukan analisa mikro dalam pemanfaatan teknologi digital.

 

  1. Finance and Accounting

Industri keuangan dan akuntansi telah banyak melakukan perubahan dengan pemanfaatan teknologi seperti maraknya transaksi pembayaran digital, uang digital, dan sebagainya.

Namun, industri ini merupakan kategori yang sensitif bagi konsumennya, keuangan dan akuntan jadi memiliki tantangan sendiri dalam memanfaatkan teknologi. Seperti yang dikatakan oleh Esther Calderon-Monge & Domingo Ribeiro-Sariano (2023) “However, Fintech payment services still face challenges in terms of authorization, integrity, privacy, and availability, which affects consumer trust”.

 

  1. Keamanan Data yang Lebih Canggih

Berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, kebocoran jutaan data di Indonesia tentu telah meningkatkan pengetahuan kita tentang pentingnya keamanan data. Tak hanya di Indonesia, kerawanan data pribadi juga menjadi masalah besar di negara-negara lain. Data yang beredar luas diinternet marak berasal dari transaksi komersil daring yang tentu akrab dengan kita semua. Seperti yang dikatakan  G. Prem Prathyush dan G. Pavan Durga Kumar (2022) pada artikel “A Study of Cybersecurity and its Role in Information Technology along with the Emerging Trends and Latest Technologies” dalam jurnal “International Journal of Advanced Research in Science Communication and Technology”:

 

“A recent research survey conducted shows that today more than 60% of the total commercial transactions are online so this build requires equality of unity transparent and best transactions. As a result,  cybersecurity  has  become a latest issue.”

 

G. Prem Prathyush dan G. Pavan Durga Kumar juga menjelaskan bawha isu keamanan data setidaknya dapat dikategorikan ke dalam enam bidang, di antaranya: 

 

  1. Network  security 

Dijelaskan bahwa kategori ini meliputi keamanan jaringan perangkat seperti komputer dari peretas. Baik peretas yang berencana atau tidak.

 

  1. Application security

Pada kategori ini, keamanan difokuskan terhadap piranti lunak dan gawai agar terbebas dari ancaman. Karena, aplikasi yang diretas akan memberikan akses terhadap data pribadi.

 

  1. Information security

Perlindungan terhadap informasi yang memiliki nilai integritas dan privasi dalam kekayaan intelektual.

 

  1. Operational  security

Kategori ini berfokus terhadap proses dan keputusan perlindungan data aset. Izin akses jaringan akan memberikan prosedur mengenai bagaimana dan di mana data terkait dapat disimpan atau dibagikan.

 

  1. Disaster recovery and  business continuity

Fokus pada kategori ini adalah bagaimana cara pemilik data merespon terhadap insiden keamanan data  (kebocoran data) atau insiden lain yang menyebabkan kerugian karena kerusakan/kehilangan data. Kebijakan ini menentukan bagaimana perusahaan bisa pulih dan mengembalikan keadaan sebelum terjadinya insiden. Hal ini berujung pada kesinambungan dan keberlangsungan bisnis dalam memanfaatkan sumber daya (data).

 

  1. End-user  education 

Kategori terakhir tertuju pada faktor paling tidak bisa diprediksi dalam keamanan data yakni, manusia. Siapapun dapat dengan sengaja atau tidak sengaja menimbulkan insiden keamanan data. Namun, hal ini dapat dicegah dengan memberikan pengetahuan lebih kepada pengguna menegai praktis keamanan data yang baik. Ajari pengguna untuk menghapus email yang mencurigakan, tidak menyambungkan drive USB yang tidak dikenal, dan berbagai pelajaran penting lainnya yang penting bagi keamanan organisasi mana pun.

 

Dengan pertumbuhan jumlah data yang disimpan secara digital, teknologi enkripsi yang lebih maju dan pengetahuan dalam mendeteksi ancaman keamanan akan harus menjadi standar yang ditingkatkan.

 

  1. Teknologi dalam Industri Properti

Keterlibatan teknologi dalam dunia bisnis properti mengarah pada gagasan pembangunan kota pintar atau smart city. Perilaku konsumen pada industri ini dapat terlihat dari preferensinya dalam perubahan gaya, fungsi, dan keamanan unit.

Seperti yang dikatakan Nida Naeem & Irfan Ahmad Rana (2023) pada artikel “Digital real estate: a review of the technologies and tools transforming the industry and society”:

 

“The widespread use of ICT in urban planning and management, including infrastructure, property and land records, finance and  mortgage, and digital information systems [31, 109], has led to the emergence of the concept of the “smart city.”

 

  1. Penggunaan AI dalam Berbagai Industri

Kecerdasan buatan atau biasa kita sebut AI (artificial intellegence) telah berkembang pesat hingga sekarang. Teknologi ini juga telah memasuki berbagai industri mulai dari pendidikan hingga industri kreatif. Bahkan, dalam beberapa kasus, AI juga telah digunakan untuk kepentingan hiburan dan pelayanan. Oleh karenanya, teknologi AI ini diprediksi akan mendominasi tren teknologi di masa depan.

Seperti yang dikatakan oleh Indrasen Poola & Velibor Božić (2017) pada artikel “How Artificial Intelligence in Impacting Real Life Every day” dalam jurnal “International Journal of Advance Research”:

 

“With the innovations and development of AI, it marks the golden age of AI. As a result, the AI has been the most advanced technology. Hence, it will dominate the focus of technology for many years.”

 

Dalam artikel yang sama, Poola dan Božić menemukan lima keuntungan dalam penggunaan AI: 

 

  1. Automated Transport System

Pemanfaatan AI dikembangkan menjadi sistem mengemudi otomatis pada kendaraan. Di mana, kendaraan yang ditumpangi tidak memerlukan kemudi dari pengendara untuk sampai tujuan yang telah ditentukan. Teknologi ini sudah diadaptasi oleh produsen mobil terkenal seperti Tesla

 

  1. Involvement in Dangerous Jobs

Pembuatan robot yang tahan terhadap situasi berbahaya telah membantu manusia dalam beberapa sektor pekerjaan yang dapat meregang nyawa. Sebagai contoh, robot dengan kecerdasan buatan dapat melakukan berbahaya seperti menjinakkan bom dan membuat banyak nyawa.

 

  1. Computerized Methods

Teknologi AI telah meminimalisir kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam menggunakan komputer ataupun telempon pintar. Contoh kecilnya adalah, menghindari saltik pada proses mengetik teks karena AI dapat memprediksi pilihan kata yang akan muncul selanjutnya. Selain itu, meninjau gambar, koreksi dalam unggahan atau unduhan foto juga merupakan kemampuan lian dari AI.

 

  1. Reduced Human Efforts

Dengan sifat praktis AI, beban kerja manusia juga dapat berkurang. Kecepatan dan ketepatan teknologi ini dalam mengerjakan sesuatu menjadi nilai positif. Namun, perlu diingat bahwa penggunaan AI tetap membutuhkan pantauan dan bantuan dari manusia.

 

  1. Time Saving

Menjadi salah satu alasan pemanfaatan AI, efisiensi waktu produksi merupakan salah satu keunggulan AI yang lain. Di mana, AI dapat mengerjakan beberapa tugas dalam satu waktu singkat.

 

Adaptasi Teknologi

Perubahan tren dan perilaku harus diikuti dengan adaptasi kita terhadap pemanfaatan teknologi yang bijak. Gunakan teknologi untuk membantu aktifitas menjadi lebih efisien. Sebagai contoh, gunakanlah aplikasi untuk berbisnis di era digital ini. Akan lebih baik, jika aplikasi yang digunakan adalah buatan sendiri. Hal ini disebabkan, karena tidak adanya biaya administrasi jika menggunakan aplikasi sendiri.

Pembuatan aplikasi di era ini dapat dilakukan otodidak dan dengan biaya yang minim. Selain itu, pembuatan aplikasi saat ini bisa diselesaikan dengan cepat menggunakan template aplikasi AppFibr yang sesuai dengan lini bisnismu.

 

Kesimpulan

Prediksi integrasi teknologi digital pada tahun 2024 menggambarkan perubahan besar dalam cara kita berinteraksi dengan dunia di sekitar kita. Dari kesehatan, pendidikan, bisnis, keamanan data, real estate, dan kecerdansan buatan. Tren teknologi digital akan terus membentuk dan merubah cara kita menjalani kehidupan sehari-hari. Dengan memahami tren ini, kita dapat mempersiapkan diri untuk mengambil manfaat dari kemajuan teknologi yang membawa perubahan positif dalam kehidupan kita.

 

Ditulis oleh: Alam Rizkiyansah

 

Bagikan Artikel

Artikel Lainnya

Ayo mulai bersama kami!

Bebas coding, kelola bisnismu dengan mudah menggunakan sistem informasi & aplikasi buatanmu sendiri.




Mulai Sekarang